Nah sekarang, saya akan memperkenalkan kota Bukittinggi.Tetapi tidak terlalu terperinci.
Lansung saja , Kota Bukittinggi merupakan kota yang luasnya relatif kecil dan suhu nya pun cukup dingin.Kota Bukittinggi ini dulu nya pernah menjadi ibu kota negara
Atau lebih tepatnya ditunjuk sebagai Ibu Kota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949.
Kota Bukittinggi ini di sebut sebagai kota wisata.Di sini terdapat Benteng Fort De kock , Lobang Jepang , Ngarai Sianok ,Jam Gadang dan masih banyak lagi.
Untuk kali ini saya hanya akan menerangkan "Jam Gadang",yang menjadi ciri khas dari kota Bukittinggi.

Bangunan semacam tugu ini tingginya 26 meter dengan bulatan jam di keempat sisi bagian atasnya ini dibangun pada tahun 1826 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur atau Sekretaris Kota Bukit Tinggi waktu itu, Rook Maker. Jadi, umurnya sudah lebih dari 180 tahun. Pembangunannya diselesaikan oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh dan biaya pembangunan ‘hadiah’ ini mencapai 3.000 Gulden pada saat itu.
Bentuk atap Jam Gadang telah mengalami tiga kali penyesuaian dari waktu ke waktu. Pada jaman Belanda, atapnya berbentuk bulat dengan patung ayam jantan di atasnya. Pada waktu Jepang berkuasa di tanah air, mereka mengganti bentuk atapnya seperti atap klenteng. Kemudian setelah kemerdekaan diproklamirkan, bentuk atapnya diubah menjadi bergonjong empat seperti atap rumah adat Minangkabau dan bermotifkan pucuk rebung.
Terdapat keunikan penulisan angka pada Jam Gadang. Angka empat yang seharusnya dilambangkan dengan ‘IV’ dalam bentuk Romawi, dituliskan ‘IIII’.
Nah sekian dulu,Kalau ingin buktikan bahwa Bukittinggi itu benar-benar indah , pergi lah berwisata ke sini.
Yang tinggal di bukittinggi itu cantik dan ganteng ya xD
BalasHapuswah,, bukittinggi tu cantik ya......
BalasHapusbukittinggi .. menakjubkan sekaliii :D
BalasHapus